SASARAN DAKWAH
Oleh Siti Majidah, Lc, MA.


1.      Sasaran yang menyangkut kelompok masyarakat dilihat dari segi sosiologis seperti; masyarakat terasing. pedesaan, kota besar dan kecil.
2.      Sasaran yang menyangkut golongan masyarakat dilihat dari segi struktur kelembagaan masyarakat, pemerintah dan keluarga.
3.      Sasaran yang berupa kelompok masyarakat dari segi sosial kultural beruba golongan priyayi, abangan dan santri.
4.      Sasaran yang dilihat dari segi okupasional (profesi/pekerjaan) berupa; petani, pedagang, pegawai dsb.
5.      Sasaran yang berupa golongan masyarakat dilihat dari segi usianya.
6.      Sasaran yang dilihat dari segi tingkat hidup sosial-ekonomis.
7.      Sasaran yang dilihat dari segi kelaminnya. Contoh; pria/wanita.
8.      Sasaran yang dilihat dari segi kelompok khusus seperti tuna susila, tuna wisma, tuna karya, narapidana dsb.

“Permudahlah dan jangan kamu persulit, gembirakanlah dan jangan kamu mengatakan sesuatu yang menyebabkan ia lari dari padamu”
          
Hadis diatas merupakan salah satu pesan Nabi kepada Muadz bin Jabal dan Abu Musa al Asy’ari ketika mereka mengemban tugas dakwah ke Yaman. Pesan tersebut mengandung nilai persuasif dan motivatif terhadap orang lain tentang kebenaran yang disampaikan kepadanya.
           oleh karena itu berkaitan dalam proses dakwah agar berhasil mencapai target yang diinginkan maka pemenuhan akan kebutuhan hidup masyarakat perlu diperhatikan karena tanpa memerhatikan motif-motif pokok manusia maka usaha dalam dakwah akan terasa nihil dan tidak tercapai.

Beberapa Strategi Dakwah
            Dalam menghadapi kompleksitas problematika obyek dakwah termasuk problem sosial dan kemanusiaan, maka diperlukan beberapa strategi dakwah agar dakwah bisa berpartisipasi dalam pelbagai problematika tersebut. Diantara strategi itu yakni :
1.      Dakwah harus dimulai dengan mencari “kebutuhan masyarakat”.
2.      Dakwah dilakukan secara terpadu. Dengan arti lain segala aspek kebutuhan masyarakat dapat terjangkau oleh program dakwah dan melibatkan pelbagai unsur masyarakat.
3.      Dakwah dilakukan dengan pendekatan partisipasi dari bawah.
4.      Dakwah dilakukan dengan memperhatikan proses sistematika pemecahan masalah. Artinya program dakwah yang dilakukan masyarakat sejauh mungkin diproses menurut langkah-langkah pemecahan masalah.
5.      Program dakwah dilakukan oleh seorang da’I yang bertindak sebagai motivator.
6.      Program dakwah didasarkan atas asas swadaya dan kerjasama masyarakat.

  PROBLEMATIKA MANUSIA MODERN
1.      Industrialisasi  dan komersialisasi yaitu manusia dihadapkan pada proses peralihan kehidupan bertani kepada cara kehidupan industri. Proses industrialisasi menumbuhkan aspek kompetitif dan induvidualisme. Sehingga etika masyarakat industri menentang cita-cita keagamaan dalam memecahkan problem modern.
2.      Gejala Alienasi / perasaan terasing yaitu adanya hubungan manusia yang salng tidak mengenal dan bersifat impersonal serta diatur oleh hukum-hkum abstrak sehingga membuat orang merasa takut dalam menghadapi kehidupan.

Bagaimana dakwah islam menjawab hal tersebut ???
  Mengembangan dan memperbaharui pemahaman agama yang bersifat fungsional bukan substansial dan simbolitikal saja.
  Integritas positif keagamaan ke dalam keseluruh sistem .
  Integriitas dakwah keluar jika dakwah sanggup menjadi peyangga kesatuan masyarakat.

PROBLEMATIKA DAKWAH DALAM KANCAH INTERNASIONAL

Problem berpangkal dari kenyataan filosofis dunia yang bercorak materialisme, sosialisme-komunitas 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

Looker