KILAS
BALIK DAN IDENTITAS MUHAMMADIYAH
Oleh
Muh. Aziz, M.Kom, M.Cs
Mata rantai Kebangkitan Islam
1.
Ibnu Taimiyah ( 1263 - 1328
);
2.
Muhammad bin Abdul Wahab (
1703 - 1787 );
3.
Jamaluddin Al-Afghani ( 1839
- 1897 );
4.
Muhammad Abduh ( 1849 - 1905
);
Di
Hindia Belanda ( ketika itu ) lahir lah organisasi Muhammadiyah pada tanggal 18
November 1912 / 08 Dzulhijjah 1330. Muhammadiyah ada sebelum Proklamasi
Kemerdekaan RI yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 1945.
Faktor berdirinya
Muhammadiyah antara lain :
1.
Faktor
Subyektif
a.
Pemahaman KH Ahmad Dahlan
terhadap Al - Quran, seperti Surat Ali Imran yang artinya “Dan Hendaklah
Diantara Kamu Ada Segolongan Umat Yang Menyeru Kepada Kebajikan Menyuruh Kepada
Yang Ma'ruf Dan Mencegah Dari Yang Munkar. Maka Mereka Itulah Orang-Orang Yang
Beruntung. (Q.S. Ali 'Imran [3]: 104)”
b.
Semangat pembaharuan Islam
yang di bawa oleh KH Ahmad Dahlan sekembalinya belajar dari Mekah.
2.
Faktor
Obyekif ( Internal dan Eksternal )
a.
Ketidakmurnian dalam pemahaman
dan pengalaman ajaran Islam
b.
Kelemahan pendidikan Islam
dalam menyiapkan generasi Islam untuk merespons tantangan zaman
c.
Meningkatkan gerakan 3G (Gold
= emas = paham merkantilisme mendorong semangat bangsa eropa untuk mencari
kekayaan sebanyak-banyaknya, glory = kejayaan = semangat mencari
kekayaan tersebut beriringan dengan semangat mencapai kejayaan dan kesucian. gospel
= kesucian = penyebaran agama kristen ke Indonesia)
d.
Penetrasi budaya Eropa
MUHAMMADIYAH
????
1.
Secara Etimologis :
Muhammadiyah ditambah dengan kata ya ( nisbah ) yang artinya
Pengikut Nabi Muhammad SAW.
2.
“Muhammadiyah adalah gerakan
Islam Da`wah amar Ma`ruf Nahi Munkar dan Tajdid, bersumber pada Al - Qur`an dan
As Sunnah.” ( tercantum dalam AD Muhammadiyah Bab III Pasal 4, ayat 1 )
Maksud
dan tujuan Muhammadiyah
“Menegakkan
dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang
sebenar - benarnya”. ) tercantum dalam AD Muhammadiyah Bab III, Pasal 6 )
Identitas
Muhammadiyah
1.
Gerakan Islam
2.
Gerakan Da`wah Amar Ma`ruf
Nahyi Munkar
3.
Gerakan Tajdid






0 komentar:
Posting Komentar