Kupu - Kupu Vs Kura - Kura

       Kuliah ! Menjadi rutinitasku. Tapi benar kata temanku Hesti Fremiana. "Sudah 1,5 tahun kuliah serasa ndak adapat apa - apa?". Apa yang salah dengan pembelajaran dalam kuliah ini. "Kayak cuma wisata, selesai, pulang", timpal Hesti Fremiana. Miris sekali mendengar penuturan kawan seperti ini. Sebenarnya sama. Bahkan aku bisa mengatakan "KULIAH SEPERTI FORMALITAS". Datang, duduk, mendengarkan, berpendapat sesekali dalam diskusi, selesai, pulang. Rutinitas sebagian mahasiswa yang berlaku setiap hari. Sampai ada sindiran, "Mahasiswa Kupu - Kupu ( Kuliah Pulang - Kuliah Pulang )". Itu versi mereka yang tidak berorganisasi sedangkan aku yang berorganisasi,"Mahasiswa Kura - Kura ( Kuliah Rapat - Kuliah Rapat )". Yaaahhh mana yang benar dan mana yang kurang tepat. Aku sendiri tak tahu. Sejujurnya aku masuk kategori kurang pintar di Program Studi yang aku ambil.
      Semua berjalan begitu saja. Jika di tanya "besok kamu ingin menjadi apa?". Dalam diam aku sendiri belum tahu. Guru ???? "Oh tidaakkk !!", hati berteriak. Aku tak paham materi - materi fisika. Organisasi adalah pelarianku. Sering kali meninggalkan bangku kuliah untuk kegiatan - kegiatan tertentu. Aku percaya di saat nilai Fisika Dasarku 20, ada nilai 80 di luar sana yang bisa melengkapinya. Ini menurutku, tidak dengan kawan - kawanku yang masuk kategori Mahasiswa Kupu - Kupu. Meninggalkan semenit kuliah seakan pengkhianatan untuk orang tua mereka. Bukan tidak salah mereka bisa berpikir seperti itu. Karena memang aturan Dirjen Dikti, kehadiran minimal 75 % dan masih saja ada dosen yang memandang sebelah mata jika ada mahasiswa yang tidak hadir kuliah. Yaaah termasuk aku, aku meninggalkan kuliah jelas selalu ada alasan yang jelas.
Bersama dosen dan teman - teman Prodi Pendidikan Fisika

     IPK Tinggi !!! adalah harapan semua mahasiswa. Keinginan besar untuk mempersiapkan predikat cumloude ketika wisuda kepada orang tua. Bukan tanpa sebab banyak Mahasiswa tidak mau berorganisasi. 1800 berbeda dengan aku. Aku senang berorganisasi, senang berpetualang. Marah, jika aku diam di kos. Harus beraktivitas. Aku percaya pintar saja tidak cukup. Kita harus cerdik. Cerdik merupakan hasil pengolahan kecerdasan emosional. Menurutku, jika aku hanya kuliah saja aku hanya akan pintar akademik namun tidak cerdik. Bersiap mental dan fisik untuk terjun ke masyarakat. Berorganisasi, ada canda tawa di sana. Sangat banyak pengalaman yang aku dapatkan. Tapi aku  tetap ingat, tujuanku ke Jogja yang utama
Saat memimpin sebuah apel
    

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Looker