HAK MEMILIH BAGI MAHASISWA
Oleh Hanin Fathan Nurfina Istiqomah


Perkenalkan saya Hanin Fathan Nurfina Istiqomah berasal dari Kalimantan Tengah, Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Saya ingin berbagi cerita bagaimana saya mendaftarkan diri sebagai Pemilih di KPU Kota Yogyakarta karena letak kos saya yang masih termasuk wilayah Kota Yogyakarta yaitu di Kecamatan Umbulharjo. Informasi surat edaran KPU Kabupaten/Kota se- DIY tentang Pendataan Pemilih dari Luar Daerah DIY saya dapatkan dari postingan teman sekelas pada hari Sabtu, 24 Mei 2014 pukul 18.10. Teman sekelas saya tersebut men-share informasi dari Twitter ke group diskusi kelas di Facebook. Sontak saya kaget, karena ternyata sudah mendekati batas hari terakhir. Berikut pesan yang disampaikan :
Ini yg mau menggunakan hak suaranya buat pilpres,,
-----KPU DIY-----
[PENTING!] Kepada: Rektor PT se-DIY; Ketua BEM PT se-DIY; Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Daerah.Perihal: PENDATAAN PEMILIH DARI LUAR DAERAH.Dgn ini kami sampaikan, bahwa dlm rangka melayani Pemilih, khususnya Pemilih yg sedang menjalankan tugas dinas, tugas belajar & tdk memungkinkan utk menggunakan hak pilih di daerah asal dlm Pemilu Presiden&Wapres pd tgl 9 Juli 2014, dapat mendaftarkan diri sbg Pemilih di Daerah Istimewa Yogyakarta dg persyaratan:1. Mengisi surat pernyataan bhw yg bersangkutan akan menggunakan hak pilihnya di DIY (format terlampir).2. Fotokopi KTP.Pendaftaran Pemilih tsb dilaksanakan paling lambat tgl ---26 MEI 2014--- bertempat di kantor KPU kab/kota dg menyertakan persyaratan di atas (poin 1 & 2), dan pd saat proses pendaftaran Pemilih WAJIB UTK DATANG SENDIRI dan TIDAK DAPAT DIWAKILKAN.Ketua KPU DIYHamdan Kurniawan, S.IP., M.A.Lampiran: Format contoh Surat Pernyataan:http://pic.twitter.com/SptPUcxER3Nb: sebarkan mengingat waktu yg sangat terbatas!
Semoga bermanfaat,, 

Ini informasi yang berharga bagi saya. Bergerak cepat untuk menginformasikan hal tersebut kepada teman – teman seperjuangan merantau di Jogja. Tanggapan sama dilakukan oleh teman – teman saya yang lain. “Kok mendadak sih ?? Jauh lagi tempat KPU Kotanya”, ujar salah satu teman. Ada salah satu teman yang seketika mendapat informasi tersebut, langsung mengajak saya untuk mendaftarkan diri pada hari Senin ( Hari terakhir ). Dia bernama Hamida Lutfie Widayanti. Dengan sekelumit padatnya jam matakuliah pada hari Senin, kami mengatur strategi agar dapat mendaftar pada hari tersebut.

            Senin, 26 Mei 2014 pukul 12.05 kami beranjak meninggalkan kampus menuju tempat KPU Kota Yogyakarta di Jl. Magelang No. 41, Yogyakarta (55165 ) dengan Mengendarai motor. Di tengah perjalanan kami mampir di tempat fotocopy untuk mem-fotocopy KTP. Setelah selesai kami melanjutkan perjalanan. Perjalanan kota pada hari senin tidak begitu menyenangkan. Kendaraan berrmotor terlihat padat merayap di jalanan, polusi, pejalan kaki seenaknya menyebrang jalan. Rem dadakan sering kami lakukan. Sesampainya kami di halaman KPU Kota Yogkarta kami di sambut pertanyaan oleh seorang laki – laki ( masih berstatus Mahasiswa ). “kosnya mana mbak ?”, selidiknya. “Di Waungboto Kecamatan Umbulharjo kak. Kakak sendiri di mana ?”, jawabku. Laki – laki tersebut ketwa terbahak – bahak karena ternyata beliau harus mendaftar di KPU Sleman karena kosnya yang berada di daerah Kaliurang. Tawa bersama tak terhindarkan juga oleh teman – teman mahasiswa lainnya di sana karena penuturan laki – laki tersebut. Ada seorang bapak terlihat diantara kerumunan mahasiswa dari daerah Sleman tersebut, ternyata beliau petugas KPU Kota yogyakarta. Beliau menyambut kami dengan ramah sembari menanyakan alamat kos kami. Ternyata benar bahwa kos yang terletak di Kecamatan Umbulharjo pendaftarannya di KPU Kota Yogyakarta. Kami berdua dihantar ke ruangan tempat pendaftaran. Di dalam ruang kami di sambut hangat seorang ibu, beliau petugas KPU Kota Yogyakarta juga. Ibu tersebut memberikan kami 2 lembar formulir yang harus kami isi. Tak lupa ibu tersebut menanyakan kami apakah kami sudah membawa fotokopy KTP. Alhamdulillah tadi di jalan kami sempat mampir untuk memfotocopy. Kami dipersilakan duduk untuk mengisi formulir tersebut. Sembari mengisi formulir, selidik demi selidik saya bertanya – tanya kepada ibu tersebut. “Bu, kok sosialisasinya tidak ada? Saya saja dapat informasi ini dari Twitter,” ujar saya. Beliau menjawab, “ Iya mbak, ini pun terkesan mendadak. Seharusnya memang perlu sosialisasi ke kampus – kampus”. Pikir kembali pikir. Dalam hati saya bergemening, “La wong surat edaran aja dikeluarkan tanggal 16 Mei 2014. Bararti hanya 10 hari saja di beri waktu untuk mahasiswa mendaftar”. Saya bersama teman saya kembali melanjutkan mengisi formulir.
        
Setelah selesai mengisi saya serahkan kepada ibu tersebut.

 
 

Sembari tersenyum ibu tersebut menerima formulir kami dan mengingatkan kami untuk mengisi buku data pemilih dari Luar Jogja.
 



Proses pendaftran pun selesai. Kambali saya berbincang bincang dengan ibu tersebut. Ternyata di sudut meja terdapat selebaran seperti ini :

Saya kembali terkejut karena diselabaran tersebut ternyata ada aksi “KPU Goes To Campuss” dan lebih terkejut lagi di selebaran itu tertera nama kampus saya yaitu Universitas Ahmad Dahlan. Kembali saya bergeming, kapan ya ke kampus. Kok saya dan teman – teman tidak tahu. Saya tanyakan hal itu kepada ibu tersebut tentang selebaran itu. Ternyata menurut penuturan beliau, memang benar ada aksi KPU Goes To Campuss tapi tidak berjalan maksimal. Dari 6 Universitas yang tertera hanya di Universitas Ahmad Dahlan saja yang terlampaui. Itupun hanya beberapa jam pada hari Jum`at, 23 Mei 2014. Pada hari itu hanya mendapat 3 pendaftar saja. Saya pun bersemangat menanggapi aksi tersebut, “Wah bu kalau ini berkoordinasi dengan BEM atau DPM saya yakin akan tersampaikan ke semua Mahasiswa”. Ibu itu kembalui menanggapi, “Iya mbak seharusnya seperti itu. Personil yang kurang yang menyebabkan itu tidak terssoialisasikan dengan baik. Informasi dari KPU DIY juga mendadak sampai ke kami”. Huft apa boleh buat ini sudah terjadi. Iba dengan teman – teman perantau lainnya yang tidak dapat menggunakan hak suaranya karena keterlambatan informasi atau bahkan tidak tahu sama sekali. Itu yang lebih miris.
            Teringat tentang statement mahasiswa bahwa Mahasiswa sekarang APATIS. Menurut saya statement tersebut belum tentu benar. Ketidak tahuan mereka terkendala beberapa hal. Informasi yang memang belum sampai ke mereka atau memang benar ada sebagian mahasiswa yang tidak mau ribet terlibat dalam Pemilu Pemilihan Presiden kali ini. Informasi lain yang kutip dari Tribun Jogja ( On Line ) Senin, 26 Mei 2014 11:33 WIB. http://jogja.tribunnews.com/2014/05/26/hari-ini-terakhir-daftar-untuk-pemilih-luar-daerah/.

"Bagi mahasiswa maupun karyawan yang ingin nyoblos di Yogya, secepatnya datang sendiri mendaftarkan diri. Hanya cukup membawa KTP dan fotokopi KTP. Nanti mengisi formulir yang disediakan," kata Ketua KPU Kota Yogyakarta, Wawan Budianto.
Nantinya, para pendaftar tersebut akan dimasukkan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres. Jika tidak segera mendaftar, maka yang bersangkutan tidak dapat memilih di Yogyakarta.
"Hari ini adalah terakhir. Namun jika sampai hari ini tidak mendaftar, maka nanti jika ingin nyoblos di sini harus menggunakan formulir A5 atau pindah pemilih," katanya.
Adapun pengisian A5 tersebut dilakukan pada 9 Juni 2014.

Berarti masih ada kesempatan bagi para perantau belajar ataupun yang lainnya untuk menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi Pemilihan umum Presiden tahun 2014 ini. Semangat jangan sampai ketinggalan informasi lagi.

Mari bersama – sama,
Tunjukkan Pilihan dan Aksimu di Pemilihan Presiden 9 Juli 2014 !!!!!
Semoga Bermanfaat


 



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

"SEKELUMIT PERJUANGAN MAHASISWA"
Oleh Hanin Fathan Nurfina Istiqomah

        Cerita berawal dari hari Kamis, 18 Mei 2014 dimulainya kegiatan Pemantapan dan Pembaretan Menwa SAT AD UAD. Siang itu mendapat kabar dari teman sekelas bahwa pada hari Jum`at, 18 Mei 2014 ada jam pengganti kuliah X sore harinya, jadwal sebenarnya pada hari Sabtu siang. Tentu saya tidak dapat menghadiri kuliah tersebut karena harus menjadi bagian dari satuan tugas kegiatan Menwa. Surat tugas dari Warek III pun sudah saya pegang. Surat tugas berlaku untuk hari Kamis, Jum`at, dan Sabtu. Surat saya titipkan kepada salah satu teman sekelas agar dapat diberikan kepada dosen pengampu mata kuliah tersebut. Setelah kuliah sore itu selesai saya kembali mendapat kabar bahwa izin untuk hari Jum`at telah di ACC pada hari Jum`atnya. Namun untuk izin pada hari Sabtu tidak dapat di ACC, karena izin saya sudah 3x dan hari Sabtu tersebut merupakan ke 4x-nya. Sontak saya terkejut sejak kapan izin ada batas maksimalnya. Salah seorang teman mengharapkan saya untuk hadir dalam kuliah tersebut hari sabtunya. Jelas saya tidak dapat hadir. Puncaknya yaitu pada hari Sabtu, 19 Mei 2014. Ketika kuliah tersebut berlangsung, saya tetap tidak dapat hadir karena posisi saya berada di atas bukit dari Pantai Parangndok ( Sebelah Pantai Parangtritis ). HP saya berbunyi dan ternyta Wakil ketua kelas menelpon saya untuk dapat hadir pada matakuliah tersebut jika tidak maka saya akan di DO dari matakuliah tersebut. Semakin membuat saya terkejut. Setelah mendapat pemberitahuan tersebut saya mendiskusikan bersama kawan - kawan Menwa. Awalnya saya memantapkan diri untuk tetap tidak hadir karena waktu dan tempat yang tidak memungkinkan. Banyak teman - teman yang memberikan info tersebut via SMS maupun telpon. Terimakasih teman - teman atas perhatiannya. Sekitar pukul 14.00 wakil ketua kelas kembali menelpon, sangat mengharapkan saya hadir agar tidak di DO. Saya pun memperkuat sikap saya. Saya katakan, bahwa surat saya tersebut adalah surat tugas dari Warek III. Apa belum cukup kuat ? Apa belum cukup bukti bahwa saya meninggalkan kuliah bukan untuk main - main ataupun tidur ?. Saya meninggalkan kuliah juga dengan membawa nama kampus. Wakil ketua kelas mengapresiasikan pernyataan saya tersebut dan kembali menyampaikan kepada dosen tersebut. Semakin saya terkejut setelah mendapat pesan Via SMS dari salah satu teman yang lain bahwa beliau mengatakan ketidakhadiran tersebut tidak ada hubungannya dengan Wakil Rektor atau pihak manapaun. Wakil ketua kelas gelisah dan mengabarkan saya bahwa beliau memberi waktu kepada saya untuk dapat hadir di kelas sampai kuliah tersebut selesai. Kuliah selesai sampai pukul 15.15. Yaaaahh apa boleh buat. Saya hanya mahasiswa yang mungkin tidak berarti untuk kemajuan prodi ataupun kampus menurutnya.      Waktu menunjukkan pukul 14.10. Saya memutuskan untuk turun bukit dengan menggunakan alat Repling menuju pantai Parangndok. 

Setelah sampai pantai Parangndok, saya melanjutkan perjalanan kaki menuju pantai Parangtritis sendirian. Dari atas bukit terdengar terikan semangat kawan Menwa kepada saya. Sungguh moment yang mengharukan.
Setelah sampai di Pantai parangtritis saya kebingungan tempat parkir mana motor saya diparkirkan oleh kawan - kawan Menwa. Saya menelpon salah satu kawan Menwa di atas bukit, bahwa motor berada di parkiran paling ujung. Motor sudah saya dapatnya, tapi ternyata helm saya tidak ada. Sempat berpikir apakah saya harus ke Jogja tanpa menggunkan helm. Kembali saya menelpon kawan saya tersebut, dan ternyata helm saya berada di mobil pick up yang sedang dikendarai kawan Menwa lainnya yang ketika itu sedang di Paralayang untuk mengambil perlengkapan lainnya. Saya menelpon dia dan memohon segera turun ke Pantai Parangtritis. Saya pun memohon kepada teman saya tersebut untuk mengantarkan ke Kampus ( Kota Jogja ). Tepat pukul 14.35 saya berangkat dari Pantai Parangtritis menuju Kampus. Mengejar waktu sampai pukul 15.15. Kecepatan 100km/jam pun tak terhindarkan. Di perjalanan saya mendapat pesan dari wakil ketua kelas agar saya dapat menemui dosen tersebut di kampus 2. Padahal beliau mengajar di kampus 3. Ternyata kuliah sudah berakhir sebelum pukul 15.15. Saya mengiyakan. Pukul 15.15 saya sampai di kampus 2 dan menunggu beliau di kampus 2 ( didepan ruang dosen tersebut). Alhasil saya harus menunggu 45 menit sampai dosen tersebut datang. Beliau datang dan saya menemui beliau.
      Tetap beliau bersikukuh bahwa saya akan di DO jika izin lagi. Saya pun tidak diberi kesempatan berbicara ketika mengahadap beliau. Ketika saya tanyakan kepada teman - teman yang lain ternyata sebelum kuliah siang pada hari Sabtu tersebut berlangsung telah diumumkan tentang kebijakan bahwa izin maksimal 3x oleh wakil ketua kelas di didepan kelas. Wakil ketua kelas mendapat pengumuman tersebut dari prodi. Tentu saya tidak mengetahui pengumuman tersebut. Beliau akhirnya mengizinkan saya untuk menandatangi presensi pada hari Sabtu dengan catatan saya harus kuliah mata kuliah tersebut dengan tanpa izin sekalipun. Ada yang ganjil di sini, kenapa baru ketika saya tidak hadir pengumuman tersebut di sampaikan ?? Jika beliau tidak mengganti kuliah dengan dadakan pada hari Jum`at tentu saya hanya pada batas maksimal 3x saja. 
Setelah kejadian tersebut dapat saya simpulkan bahwa :
1. Surat Tugas dari Warek III dapat tidak berlaku
2. Izinpun ada batasnya yaitu maksimal 3x pertemuan
3. Minimal 11 x kehadiran adalah 11x hadir di kelas, izin termasuk tidak hadir. 
Izin mendapat surat tugas  Warek III pun termasuk tidak hadir
4. Miris
Yaa saya paham karena saya hanya mahasiswa yang dianggap remeh dan kecil di sana. Tentu ini pengalaman yang luar biasa. Semoga sedikit menambah wawasan teman - teman tentang perizinan. Sebenarnya miris, mungkin ini tanda bahaya untuk teman - teman yang terlibat organisasi di luar jam mata kuliah. Semoga bermanfaat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Membuat GUI untuk metode Simpson Multiple  Segment
1.    Buatlah GUI matlab seperti di bawah ini


2.    Setelah selesai, simpan nama file GUI tersebut dengan nama yang anda inginkan
3.    Maka setelah anda simpan, akan muncul jendela m-file.
4.    Masukkan kode2 berikut ke dalam callback pushbutton 1
a = str2num(get(handles.edit2,'String'));
b = str2num(get(handles.edit3,'String'));
n = str2num(get(handles.edit4,'String'));
h = (b-a)/n;
%menghitung nilai x(i)
for i = 1:n+1
    x(i) = a +(i-1)*h;
end;
%menjumlah fungsi ganjil
f = eval(get(handles.edit1,'String'));
for i = 2:2:n
    jum_gjl = sum(f(2:2:n));
end;
%menjumlahkan fungsi genap
for i = 3:2:n-1
    jum_gnp = sum(f(3:2:n-1));
end;
hasil = (h/3)*(f(1)+4*jum_gjl+2*jum_gnp+f(n+1));
set(handles.edit5,'String',num2str(hasil));
%plot grafik
x = a:0.001:b;
fx = eval(get(handles.edit1,'String'));
axes(handles.axes1);
plot(x,fx); grid on;


 5.    Jika anda telah berhasil membuat, silahkan di cek dengan cara seperti ini


Tentu saja masih ada cara lain selain cara ini, semua tergantung kreasi anda masing-masing

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Looker