Hakikat dan Sistematika Dakwah
Oleh Siti
Majidah, Lc., MA.
Pengertian Dakwah Secara Etimologis dan Terminologis.
1. Makna Dakwah secara Etimologi : berasal dari akar kata
dal. ‘ain , wawu. yang berarti
panggilan, undangan, dorongan, permintaan. Dan berakar kata dari kata “Da’aa”
yang berarti “berdoa”, memanggil, menyeru dan mengundang”.
2. Di dalam al-Qur’an ada sekitar 198 kali ayat yang
menyebutkan kata dakwah. Tersebar dalam 55 ayat dan bertempat pada 176 ayat.
Dan sebagian besar turun di Makkah.
3. Beberapa
ayat yang berkaitan dengan dakwah yakni : ud’uu ila sabili Rabika bil
Hikmati wal mauidhatil Hasanah, wajadilhum bil ahsi minha.(an-Naml 125)
4. Waman ahsanu qoulan miman da’a ila Allah wa ‘amala
‘amalan shalihan wa qola inanii minal muslimin.(Fushilat :23). Dan lain
sebagainya.
Kalimat dakwah mempunyai
beragam makna, diantaranya yakni:
ü Mengajak manusia untuk mengikuti agama Allah.
ü Dakwah merupakan usaha yang mengarah untuk memperbaiki
kehidupan lebih baik dan benar sesuai dengan kehendak dan tuntutan kebenaran.
Makna terminologis Dakwah.
Dakwah secara terminologis
memiliki beragam makna diantaranya yakni :
Ø Dakwah yakni merupakan salah satu gerakan untuk
merealisasikan hukum atau nidham Allah di bumi.
Ø Dakwah merupakan sarana yang digunakan masyarakat
dalam meningkatkan kesejahteraan mereka dengan kehendak dan tuntutan kebenaran.
Ø Dakwah merupakan proses usaha untuk mengajak manusia
beriman kepada Allah dan Rasulnya.
Ø Dakwah merupakan seruan untuk mengajak manusia berbuat
baik atau mencegah dari perbuatan munkar atau amar ma’ruf nahi munkar. dsb.
Hukum Dakwah
v Jika kalimat Min dalam surat al Imran ayat 104 min lil
bayinah maka dakwah hukumnya merupakan kewajiban bagi setiap orang.
v Sebaliknya
jika min di maknai lil idhiyah (menyatakan sebagian)maka hukum dakwah menjadi
fardhu kifayah.
v Kewajiban dakwah juga ditegaskan lagi oleh Nabi ketika
haji wada’ dengan mengutip surat al-Ashr.






0 komentar:
Posting Komentar