PROBLEMATIKA OBYEK DAKWAH
Oleh Siti
Majidah, Lc, MA.
Obyek Dakwah
Yang dimaksud dengan obyek dakwah yakni : orang yang menjadi sasaran dakwah, yaitu
semua manusia,
sebagaimana
firman Allah SWT “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai
pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan
manusia tidak mengetahui.” [Q.S. As-Saba’
34: 28 ].
Problem Obyek Dakwah
Beberapa problematika
Obyek Dakwah dapat dilihat dari berbagai aspek, yaitu :
1. Problem Kemanusiaan dari segi pendidikan, ekonomi,
politik, strata sosial, problem internasional dsb.
2. Perbedaan latar belakang keluarga dan tingkat usia
dalam penerimaan ajaran agama.
Pengaruh Kebudayaan
Terhadap Sikap dan Tingkah Laku Manusia.
Perilaku dan tingkah laku manusia sangat ditentukan
pula oleh pengaruh kebudayaan. Meminjam istilah Kardiner-perilaku demikian
terletak dalam suatu sistem orientasi yang disebut sebagai sistem integratif.
Adapun Sistem Integratif tersebut terdiri dari 3 sistem yakni: Sistem rasional,
sistem kepercayaan dan sistem ideologi sosial.
Maka dari itu pendekatan dakwah dapat dilakukan dengan
sistem integratif yang meliputi pelbagai cara yakni : regulasi/integrasi
kedalam kelompok masyarakat, infiltrasi budaya dan sistem kaderisasi.
URGENSI dan Tujuan
psikologi dakwah
ü Tujuan
psikologi
dakwah yakni; memberi pandangan tentang mungkinnya dilakukan perubahan tingkah
laku atau sikap mental psikologis sasaran dakwah sesuai dengan kehidupan yang
dikehendaki oleh ajaran Agama yang didakwahkan oleh para Da’i.
ü Pelaksanaan
dakwah yang dilandasi dengan penguasaan psikologi dakwah akan dapat berjalan
sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan oleh manusia sebagai individu dan
sebagai makhluk sosial. Ini sesuai
dengan statemen nabi Saw “tiada kemenangan tanpa adanya persatuan dan tiada
persatuan bila tidak ada keutamaan dan tiada keutamaan bila tiada ajaran
Alquran/hadist atau Agama. Dan tiada Agama tanpa ada kegiatan dakwah.






0 komentar:
Posting Komentar